Pages

Wednesday, May 04, 2011

Wahai Aparat Jadikan Diri Anda Terhormat!

Kejadian kecelakaan tabrakan beruntun yang dialami truk Pengendali Masa (DALMAS) baru-baru ini membuat saya miris, walaupun saya sendiri tidak tahu siapa yang salah namun dilaporkan bahwa truk DALMAS tersebut sedang dalam keadaan ngebut dan menyalip kendaraan di depannya.

Kalimat yang muncul dan saya jadikan judul tulisan ini lahir saat saya melihat berita kejadian di atas dan pengalaman pribadi saya sendiri terutama di jalan raya. Dalam beberapa saat yang lalu saya menjumpai hal yang menurut saya kurang enak dilihat yang dilakukan oleh aparat TNI dan POLRI, begini ceritanya...
Saat itu siang sedang menjelang, panas terik matahari memang begitu terasa dikulit, saat itu saya sedang dalam perjalanan pulang ke kost menggunkan motor di daerah Slawi, Tegal. Sesaat sebelum melewati perempatan ber-traffic light, motor saya pelankan karena sudah terlihat lampu merah sedang menyala, tiba-tiba dari belakang saya "nyelonong" motor dinas yang dikendarai anggota TNI berpakaian dinas pula, seperti tidak merasa bersalah sama sekali motornya menerobos lampu merah dan berbelok ke arah kanan, tidak ada yang marah waktu itu, mungkin karena seragam yang dikenakan kali ya? Saya pun cuma tersenyum pahit melihatnya.

Cerita kedua terjadi di daerah Purwokerto, kota kelahiran saya. Pagi itu saya sedang nongkrong di warung kopi perempatan Srimaya, sedang asyik menyeruput kopi tiba-tiba saya melihat motor dinas Polisi SATLANTAS melintas dengan kecepatan sedang, sang pengendara yang tentunya seorang Polisi melihat lampu rambu lalu lintas menyala merah, bukannya bersiap berhenti sekonyong-konyong dia palah membunyikan sirine motornya dan menambah kecepatan melintasi perempatan, tak ayal kendaraan yang seharusnya dapat giliran lampu hijau dan berjalan mengerem mendadak dan berhenti, entah apa yang ada di benak pengendara yang kaget dan berhenti mendadak itu, mungkin mengumpat, mungkin jengkel tapi ga bisa berbuat apa-apa.

Mungkin dua cerita itu sederhana dan ringan-ringan saja, tapi itu sedikit banyak menggambarkan betapa masih ada aparat TNI serta POLRI yang tidak disiplin, walaupun saya yakin masih banyak aparat TNI/POLRI yang baik. Apa mungkin memang ada perlakuan khusus buat mereka di jalan raya? Saya tidak tahu itu. Tapi saya berpikir harusnya mereka menjaga image tentang mereka di masyarakat umum bukannya malah memperburuk anggapan masyarakat tentang mereka. Saya jadi ingat ketika saya menolong orang kecelakaan sepeda motor, di tempat kejadian kebetulan mangkal beberapa tukang becak, lalu apa yang dikatakan para tukang becak melihat kecelakaan di depan mereka, "Mas cepat motornya dipinggirkan dulu jangan sampai kelihatan sama Polisi, nanti bisa panjang urusannya". Nah kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan? Mereka merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, dan pernyataan mereka barusan menunjukkan bahwa mereka tidak percaya terhadap aparat pemerintahan.

0 comments: